Panduan Budidaya Ikan Bawal Air Tawar

Budidaya Ikan BawalIkan bawal air tawar (Colossoma macropomum) merupakan ikan konsumsi yang berasal dari perairan Amerika latin, tepatnya dari Berazil, Venezuela, dan Ekuador. Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki potensi tinggi untuk dibudidayakan. Karena bawal sendiri memiliki tingkat kelangusungan hidup yang cukup tinggi yaitu 90%, serta dapat hidup dalam kolam dengan tingkat kepadatan yang tinggi.

Ikan bawal masuk ke Indonesia sekitar tahun 1920, yang berasal dari Cina, Eropa, Jepang, dan Taiwan. Awal mulanya ikan ini hanya menjadi ikan hias karena bentuknya yang cantik. Namun karena memiliki rasa daging yang enak, tingkat pertumbuhan cepat, serta mampu berukuran besar, membuat ikan ini menjadi komoditas konsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Budidaya Ikan Bawal Air Tawar

Pada panduan budidaya ikan bawal air tawar ini terdapat 2 tahapan, yaitu proses pembenihan serta proses pembesaran. Kedua tahapan tersebut tidak semua kamu harus melakukannya, karena kamu dapat melakukan pembenihan saja dan menjual bibit ikan bawal. Atau kamu dapat melakukan bembesaran saja dan membeli bibit ikan bawal dari penjual yang terpercaya.

Pembenihan Ikan Bawal Air Tawar

Pada tahap ini akan membahas mengenai cara pemilihan indukan ikan bawal, pemijahan, penetasan telur, hingga pemeliharaan larva. Setelah larva ikan bawal siap panen kamu dapat melanjutkan pada tahap pembesaran ikan, atau bibit ikan bawal bisa langsung di jual.

1. Pemilihan dan Pemeliharaan Induk Ikan Bawal

Induk bawal sudah dapat mulai dipijahkan pada usia 4 tahun, atau jika pertumbuhannya normal bawal telah mencapai berat sekitar 4 Kg. Untuk memastikan kualitas dari induk ikan bawal , kamu dapat membeli induk dari tempat-tempat terpercaya seperti lembaga-lembaga pemerinta. Selanjutnya kamu juga perlu memperhatikan jenis kelamin dari masing-masing induk ikan bawal, berikut ini merupakan tabel perbedaan antara ikan bawal jantan dan betina.

Ciri Ikan Bawal JantanCiri Ikan Bawal Betina
Memiliki tubuh lebih langsingMemiliki bentuk tubuh melebar dan pendek
Warna kulit kemerah-merahanWarna kulit lebih gelap
Perut lebih kasarPerut lebih lembek

Jika induk ikan bawal telah siap dipijahkan atau matang gonad, biasanya pada ikan betina perutnya terlihat buncit, lembek dan kemerahan. Sedangkan pada ikan jantan jika pada bagian alat kelaminya mengeluarkan seperma saat menekannya.

Induk-iduk tersebut dapat dipelihara pada kolam dengan kepadatan 0,5 kg/m2. Pemberian pakan dapat dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam sehari berupa pelat, dengan jumlah 3% dari total berat tubuh ikan.

2. Pemijahan Ikan Bawal

Saat ini untuk melakukan pemijahan ikan bawal baru bisa mengguanakn cara Induced Spawning. Caranya adalah dengan melarutkan hormon LHRH-a kedalam larutan 0,7% NaCL, dan menyuntikan larutan tersebut pada bawal betina sebanyak 3 ug/Kg serta pada bawal jantan sebanyak 2 ug/Kg. Selain itu untuk menggantikan LHRH-a kamu juga dapat menyuntikan ovaprim sebanyak 0,75 ml/Kg untuk bawal betina dan 0,5 ml/Kg untuk ikan jantan.

Untuk induk bawal betina penyuntikan dilakukan sebanyak dua kali, dengan selang waktu 8 – 12 jam. Penyuntikan pertama dilakukan sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua dilakukan sebanyak 2/3 dari dosis total. Induk yang telah disuntik, selanjutnya masukan ikan kedalam wadah pemijahan dan pastikan air pada wanah tetap mengalir. Biasanya proses pemijahan terjadi setelah 3-6 jam penyuntikan kedua.

Baca Juga : pH Air yang Baik Untuk Ikan Budidaya

3. Penetasan Telur Ikan Bawal

Setelah berhasil melakukan pemijahan, selanjutnya pindahkan telur-telur menggunakan scope net halus kedalam aquarium penetasan. Lengkapi juga aerator untuk menjaga kandungan oksigen dalam air, dan water heater untuk menjaga suhu air dalam aquarium berada pada kisaran 27 – 29 derajar celcius. Kepadatan telur sendiri antara 100 – 150 butir untuk 1 liter air, dan biasanya telur akan menetas dalam wakttu 6 – 24 jam.

4. Pemeliharaan Larva Ikan Bawal

Setelah telur menetas larva dapat langsung dipelihara dalam aquarium yang sama, namun 3/4 air dalam aquarium harus dibuang dulu. Padat tebar larva ikan bawal yaitu 50 – 100 ekor/liter, dan saat larva berusia 4 hari dapat memberinya pakan berupa naupli Artemia, monia, atau brachionus. Selama pemeliharaan larva lakukan penggantian air sebanyak 2/4 air setiap harinya. Pemeliharaan berjalan selama 14 hari, sebelun menebarkan bibit kedalam kolam pembesaran.


Pembesaran Ikan Bawal Air Tawar

Tahap ini merupakan tahapan lanjutan dari tahap pembenihan. Namun jika kamu sebelumnya tidak melakukan pembenihan, maka kamu bisa langsung membeli bibit ikan bawal.

1. Persiapan Kolam

Kolam untuk pembesaran ikan bawal harus dipersiapakn terlebih dahulu, paling tidak satu minggu sebelum penebaran bibit dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan makanan alami dalam kolam. Ada beberapa jenis kolam yang dapat digunakan untuk melakukan pembesaran ikan bawal, antara lain,

Kolam Tanah

Salah satu jenis kolam yang umum dalam budidaya ikan bawal adalah kolam tanah. Sebelum menggunakannya, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan pada kolam. Pertama pastikan bahwa kolam tanah telah kering, lalu beri kapur tohor atau dolomit pada dasar kolam dengan dosis 25 kg untuk 100 meter persegi. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan pH tanah serta membunuh hama ataupun patogen yang dapat membahayakan ikan nantinya.

Selanjutnya, kamu juga dapat melakukan pemupukan pada kolam tanah. Caranya adalah dengan memasukan pupuk kandang sebanyak 2-50 kg untuk 100 m2 serta TSP sebanyak 3 Kg untuk 100 m2. Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan plankton dalam kolam, yang berguna sebagai pakan tambahan bagi ikan bawal. Pemupukan dalam kolam sendiri tidak wajib, karena sebagain besar makanan ikan bawal sudah terpenuhi dari pakan tambahan atau buatan.

Langkah selanjutnya adalah memasukan air kedalam kolam dengan kentinggian 2-3 cm dan biarkan selama 2-3 hari. Selanjutnya lakukan penambahan air secara bertahap dengan menambahkan terlebih dulu air sampai ketinggian 40-60 cm. Setelah itu tambahkan air kembali hingga ketinggian mencapai 80-120 cm, atau tergantung dengan kepadatan dari ikan. Kolam baru siap digunakan jika warna air dalam kolam telah berubah mencadi hijau terang.

Baca Juga : Cara Menumbuhkan Plankton Pada Kolam Budidaya

Kolam Terpal

Selain dapat mnggunakan kolam tanah, dalam budidaya ikan bawal juga dapat menggunakan kolam berbahan terpal. Karena sebagian orang mengangap penggunaan kolam terpal lebih efisien dari segi waktu, tempat ataupun biaya. Kolam yang telah jadi tidak dapat langsung digunakan. Kolam harus diisi air terlebih dahulu dengan tinggi minimal 50 cm dan biarkan selama 2 hari. Setelah 2 hari, ganti air dalam kolam dengan air baru dan biarkan kembali selama 1 minggu. Kamu juga dapat menambahkan antiseptik pada air berupa daun ketapang atau daun pepaya.

Berbeda dengan kolam tanah yang memerlukan perlakuan khusus dengan melakukan pemupukan. Kolam terpal tidak memerlukan hal tersebut, yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah salinitas serta kebersihan dari terpal. Untuk itu sebelum menjadi kolam, kamu harus terlebih dahulu membersihkan terpal dengan cara mencuci dan merendamnya hingga bersih.

2. Pemilihan benih bawal yang berkualitas

Benih Ikan Bawal

Sebelum melakukan penebaran benih, lakukan terlebih dahulu pemilihan benih dari ikan bawal. Yang bertujuan untuk memastikan bahwa ikan dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Adapun bibit bawal yang memiliki kualitas bagus yaitu tidak cacat, bergerak aktif, lincah, ukuran seragam, dari jenis unggulan, serta tidak membawa penyakit.

3. Penebaran benih ikan bawal

Lakukan proses adaptasi terlebih dahulu pada bibit ikan dengan memasukan benih yang masih terbungkus plastik kedalam kolam, dan biarkan hingga plastik berembun. Hal tersebut bertujuan untuk menyamakan suhu air dalam plastik dengan air kolam, untuk menghindari benih mengalami stres dan dapat memici kematian.

Selanjutnya buka penutup plastik dan biarkan bibit ikan bawal keluar dengan sendirinya. Kepadatan benih untuk ikan bawal sendiri adalah 100-150 ekor/m2. Selain itu sediakan juga filter atau aerator dalam kolam untuk memastikan ketersediaan oksigen selalu terjaga.

4. Pengelolaan pakan ikan bawal

Pemberian pakan pada ikan bawal harus secara teratur dan tidak sembarangan. Untuk memastikan ikan dapat tumbuh dengan baik, kamu wajib memberikan pakan berkualitas yang kaya akan protein serta vitamin. Pemberian pakan dilakukan setiap harinya sebanyak 3-5% dari berat tubuh dan minimal mengandung protein sebesar 25%.

Untuk memastikan ikan dapat tumbuh dengan baik dan mengalami peningkatan pertumbuhan optimal. Pakan dapat diberikan sebanyak 3 kali dalam satu hari dengan menebarkannya secara merata kedalam kolam. Serta sesekali campurka vitamin seperti lipopolisakarida dalam pakan.

5. Proses panen ikan bawal

Ikan Bawal

Kamu sudah dapat memanen Ikan bawal s pada usia 4 – 6 bulan dari waktu pembibitan, atau setidaknya bawal memiliki berat sekitar 300 – 500 gram/ekor. Umumnya para pembudidaya melakukan pemanenan dengan cara menguras air dalam kolam hingga tersisa sedikit, selanjutnya baru mengambil ikan menggunakan jaring dan memindahkannya kedalam wadah berisi air bersih.


Refrensi :
Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi.
https://www.pertanianku.com/13056-2/
http://www.bibitikan.net/proses-pembenihan-ikan-bawal-air-tawar/

Bagikan

Tinggalkan komentar