Mengenal Keong Tanduk – Si Kecil Pembersih Aquascape

Keong tanduk merupakan salah satu jenis spesies keong yang sering dimanfaatkan oleh penghobi aquascape untuk membersihkan aquarium dari alga. Siput tanduk sendiri berasal dari perairan Asia timur dan Asia Tenggara serta memeliki warna dan pola warna yang cukup bervariasi.

Sama halnya dengan keong turbo yang berfungi sebagai pemakan alga, namun yang membedakkannya adalah ukuran dari keong tanduk yang relatif lebih kecil. Yaitu hanya sekitar 1-2 cm saja, yang membuat keong ini dapat menjagkau celah-celah kecil dalam aquascape untuk memakan alga.

Ciri-ciri Keong Tanduk

Siput tanduk merupakan jenis siput yang memiliki ukuran terkecil di bandingkan dengan jenis siput lainnya, yaitu hanya sekitar 1-2 cm. Umumnya keong jenis ini memiliki berbagai berbagai jenis pola dan warna yang bervariasi. Seperti Zebra Thorn Snail, Millenium Bumlebee ( Horned Nerite Snail ), Black Horned Nerite ), Green Horned Nerit, serta Red Horned Nerite.

Keong ini memiliki cangkang kokoh yang dilengkapi dengan tanduk sebagai alat pertahanan. Tanduk pada siput ini biasanya muncul pada bagian depan atau belakang cangkang, dan memiliki tingkat ketajaman yang bervariasi. Sehingga saat memegang keong jenis ini perlu hati-hati, karena dapat melukai tangan.

Habitat Siput Tanduk

Hapir seluruh hidup keong jenis ini berada dalam air, sehingga jarang sekali menemui keong ini berada di permukaan air. Pada alam bebas, umumnya keong jenis ini menempati air jernih yang memiliki arus deras serta dekat dengan muara sungai. Keong ini akan hidup pada perairan air tawar dan saat musim kawin tiba, keong tanduk akan pindah keperairan air payau untuk berkembang biak.

Kelebihan Keong Tanduk

gambar keong tanduk
gambar : aquaticarts.com

Meskipun memiliki ukuran yang kecil, namun keong jenis ini memiliki kemampuan makan yang sangat baik. Dengan tubuhnya yang kecil membuat keong ini dapat menjagkau makanan pada celah-celah kecil, serta dapat memakan makanan yang berada pada batang atau daun tumbuhan tanpa merusaknya.

Keong taduk tidak dapat berkembang biak pada air tawar dan tidak akan memakan tanaman. Selain itu keong jenis tidak saja memakan gangang atau alga, melainkan mereka juga memakan sisa-sisa makanan ikan sehinga membuat aquarium terlihat selalu bersih.

Baca Juga : Cara Mengatasi Kayu Aquascape Berlendir

Tips Memelihara Keong Tanduk

Meskipun keong ini dapat memakan alga pada aquarium, namun dianjurkan untuk sesekali memberikan makanan water alga atau sejenisnya pada keong, untuk berjaga-jaga jika stok alga pada aquarium habis. Selain itu perhatikan juga parameter air yang baik, dimana keong ini sangat baik tinggal diperairan dengan suhu 22o – 28o C serta tingkat keasaman air (pH) antara 7.0 – 8,2.

Karena dengan parameter air yang buruk, membuat keong menjadi tidak nyaman tinggal pada aquarium. Sehingga tak jarang keong tanduk akan berjalan keluar dari aquarium dan akhirnya menghilang.


Refrensi :
http://www.alamikan.com/2016/08/keong-tanduk-hias-aquascape.html
https://aquaticarts.com/products/three-color-thorn-horn-nerite-snail

Bagikan

Tinggalkan komentar