Fungsi dan Cara Kerja Filter Undergravel

Filter Undergravel atau juga sering di singkat UGF, merupakan sebuah filter yang berada pada dasar aquarium di bawah lapisan pasir, kerikil, atau batu (Gravel). Filter Undergravel umumnya terbuat dari bahan pelastik yang berlubang, dan pada setiap sisinya di topang oleh kaki penopang. Sehingga akan menyisakan ruang sebagai sirkulasi air pada dasar aquarium.

Sama halnya dengan jenis filter pada umumnya, yang memanfaatkan media filter mekanik dan biologis untuk menjernihkan air. Namun untuk filter undergravel sendiri memanfaatkan pasir, kerikil, batu sebagai media filter mekanik dan biologis. Sehingga dapat di katakan sistem filter undergravel ini merupakan duplikasi filterasi dari alam, yang memanfaatkan batu, kerikil dan pasir untuk mengelola kualitas air.

Kelebihan dan kekurangan Filter Undergravel

Terdapat beberapa hal yang menjadikan filter jenis ini memiliki keunggulan di bandingkan dengan jenis filter lainnya. Antara lain :

  • Filter UGF memiliki harga yang cukup terjangkau. bahkan daya listrik yang di butuhkan untuk menjalankan sistem ini juga sangat terjangkau.
  • Instalasi mudah, bahkan untuk pemula sekalipun.
  • Tidak membutuhkan perawatan ekstra jika pentaan filter pada awal instalasi benar.

Namun meskipun begitu, filter undergravel juga memiliki beberapa kelemahan, bahkan tidak cocok di gunakan pada beberapa sistem aquarium. Antara lain :

  • Harus sering melakukan Sifon, yaitu proses untuk menyedot kotoran yang berada pada permukaan pasir.
  • Air hasil filterasi tidak bisa sejernih jika menggunakan filter atas atau canister.
  • Karena menggunakan pasir sebagai media filter, membuat pasir sering diacak-acak oleh ikan. Terutama untuk ikan jenis Chiclid
  • Sering kali filter ini mengalami penyumbatan pada sistemnya.
  • Tidak di sarankan penggunaan filter pada aquascape yang menggunakan banyak batu.

Cara Kerja Filter Undergravel

Cara Kerja Filter Undergravel

Pada umumnya filter undergravel dapat bekerja menggunakan dua cara. Yaitu menggunakan pompa aquarium ataupun menggunakan aerator. Mekanisme dari filter undergravel sendiri adalah memaksa air masuk melewati gravel yang berupa pasir, kerikil, dan batuan dengan bantuan aerator atau pompa. Pada proses ini air akan mengalami dua tahapan proses, yaitu proses mekanik yang menyaring kotoran atau sisa-sisa makanan menggunakan gravel.

Selain itu, juga terjadi proses biologis melalui kontak air dengan bakteri penguari yang berada pada permukaan gravel. Pada proses biologis ini sendiri akan terjadi proses nirifikasi, yaitu peroses penguraian amonia (kotoran ikan) menjadi nitrit dan nitrit menjadi nitrat. Sehingga air yang keluar dari hasil filterasi akan memilliki kualitas yang baik.

Karena gravel yang menjadi kunci dalam sistem filterasi ini, sehingga kita juga harus sering membersihkannya. Karena kotoran yang mengendap di atas gravel dapat mengakibatkan tersumbatnya sistem filterasi, dan pada akhirnya akan menggangu kinerja dari filter. Untuk itu kita harus secara rutin melakukan sifon atau menyedot kotoran yang berada pada permukaan pasir menggunakan alat sifon.

Baca Juga : Fungsi dan Cara Kerja Filter Canister

Ada alternatif lain jika proses sifon di rasakan kurang efisien, yaitu menggunakan sistem terbalik. Cara kejanya yaitu air dari aquarium akan di alirkan terlebih dahulu ke-filter mekanik yang berada di luar aquarium. Air hasil saringan tadi akan di masukan kembali melalui pipa Filter under gravel. Sehingga air akan melewati gravel dari bawah, sebelum kembali kedalam aquarium.

Susunan Media Filter Undergravel

Jika kamu berniat mengunakan sistem Filter Undergravel ini dalam aquariummu, terdapat beberapa hal yang perlu kamu ketahui. Antara lain :

  1. Gunakan pasir dengan ukuran sesuai dengan ikan apa yang kamu pelihara. Jangan memaksakan untuk menggunakan pasir yang halus jika memelihara ikan besar. Karena hal itu malah akan membuat sistem filter mudah tersumbat.
  2. Letakan pasir yang lebih kasar pada bagian atas dan pasir yang lebih halus pada bagian bawah.
  3. Atur ketebalan pasir minimal setinggi 5 cm. Dimana semakin tebal pasir yang di pakai akan semakin baik, karena akan membuat rumah bakteri semakin luas.
  4. Gunakan aerator untuk menjalankan filter UGF, atau dapat juga menggunakan powerhead dengan daya yang kecil.
  5. Jika perlu gunakan bacteri starter untuk mempercepat proses biologis di dalam aquarium. Masukan bactri starter setidaknya satu minggu sebelum ikan masuk kedalam aquarium.

Baca Juga : Fungsi dan Cara Kerja Filter Gantung

Untuk melakukan penggantian air sendiri, dapat di lakukan dengan cara melakukan sifon terlebih dahulu pada dasar aquarium. Yang selanjutnya kuras air aquarium melalui pipa filter. Hal ini bertujuan untuk membersihkan kotoran yang menumpuk pada dasar gravel, sehingga hasil pembersihan bisa maksimal.

Bagikan

Tinggalkan komentar