Cara Budidaya Jentik Nyamuk untuk Pakan Ikan

Budidaya Jentik Nyamuk – Nyamuk merupakan salah jenis serangga yang dianggap sebagai pengganggu manusia. Karena prilakunya yang suka menghisap darah dan tak jarang menyebabkan penyakit yang cukup serius bagi manusia. Namun selain membawa hal negatif nyamuk ternyata dapat juga bermanfaat sebagai pakan ikan hias, terutma ikan cupang. Yangmana dalam tubuh jenik nyamuk sendiri mengandung nutrisi berupa 13-15% protein dan 7-8% lemakserta yang sagat baik bagi ikan.

Jentik nyamuk dapat dengan mudah ditemuka pada genagan-genangan air yang kotor atau bersih, selokan, comberan, kolam, dan sebagainya. Selain itu untuk mendapatkan serangga jenis ini kamu tidak merlu repot-repot untuk masuk kedalam selokan/comberan. Karena ternyata nyamuk sangat mudah untuk dibudidayakan dan tidak memerlukan peralatan-peralatan yang mahal serta keahlian yang mumpuni.

Budidaya Jentik Nyamuk untuk Pakan Ikan

Jenis nyamuk yang umum dalam budidaya adalah nyamuk jenis Culex (nyamuk biasa) serta Anopheles (nyamuk malaria burung) karena relatif tidak berbahaya. Pada umumnya nyamuk jenis ini biasa hidup pada daerah beriklim tropis yang memiliki banyak genangan air dan juga tumbuhan, seperti rawa, selokan, got, serta kolam.

Sebelum memulai membudidayakan jentik nyamuk sediakan terlebih dahulu tempat pemikat induknya dan tempat untuk menetaskan telur-telur nantinya. Media budidaya dapat berupa ember pelastik kecil berdiameter 30 cm. Selanjutnya isi media budidaya dengan air bekas cucian beras setinggi 10-30 cm, Kemudian tempatkan pada area yang teduh. Untuk menghidari terkena kotoran, dapat memasang atap dengan jarak 10 cm dari bibir ember pada media budidaya.

Baca Juga : Cara Budidaya Kutu Air untuk Pakan Ikan

Setelah 2-3 hari, biasanya nyamuk mulai menyinggahi media tersebut dengan ciri munculnya selaput tipis pada permukaan air. Namun jika dalam waktu 3-4 hari media tidak segera muncul nyamuk, kemungkinan larutan yang ada pada media budidaya terlalu encer dan segera ganti larutan dengan yang baru.

Telur-nyamuk
Foto : photomacrography

Jika telah berhasil memikat nyamuk kedalam media budidaya, maka akan muncul telur yang mengapung pada permukaan air yang saling menempel satu sama lain (berbentuk seperti perahu). Kemudian pindahkan telur-telur tersebut kedalam kolam penetasan. Untuk air dalam media penetasan dapat menggunakan air bekas cucian beras. Serta jangan lupa untuk menutup media penetasan mengguanakan kelambu untuk menghindari hewan pengganggu.

Ambil satu-persatu telur jentik nyamuk secara perlahan menggunakan lidi yang pada salah satu sisi telah rata. Dalam waktu 2-3 hari telur-telur tadi akan mulai menetas dan pada tahap ini jentik nyamuk sudah dapat menjaid makanan bagi ikan dengan nutrisi tinggi.

Cara mudah lainya untuk membudidayakan jenitik nyamuk adalah dengan memakai kotoran ayam yang dilarutkan ke dalam kolam tanah. Tunggu beberapa hari, biasanya nyamuk akan tertarik untuk bertelur dalam kolam dan kita tinggal mengambil jentik-jentik nyamuk sebagai pakan ikan ikan.

Bagikan

Tinggalkan komentar