Fungsi Batu Zeolit dalam Filtrasi Aquarium

Batu Zeolit Aquarium – Batu Zeolit merupakan batuan alam yang sering di temui di alam Indonesia. Batu zeolit sendiri adalah mineral berpori, yang sebagian besar terbentuk dari kandungan silika serta alumunium. Zeolit juga terkenal sebagai ion excharge, yaitu suatu proses penukaran ion alami guna menghilangkan politan kimia.

Karena memiliki fungsi yang cukup istimewa tersebut, membuat batu zeolit di manfaatkan di beberapa industri. Seperti industri detergen, minyak bumi, serta dalam industri penjernihan air. Selain itu batu zeolit juga sering di manfaatkan sebagai media filter aquarium, yang berguna untuk menghilnagkan kandungan amonia dalam air aquarium.

Fungsi Batu Zeolit dalam Filtrasi Aquarium

Batu zeolit dapat di manfaatakan sebagai salah satu media filter aquarium air tawar. Batu ini bekerja dengan cara menyerap amonia yang terkandung dalam air aquarium. Amonia sendiri merupakan senyawa kimia hasil dari kotoran ikan ataupun dari endapan makanan, yang sangat beracun bagi mahluk hidup dalam aquarium.

Untuk itu penggunaan batu ziloit sangat penting jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan amonia yang tinggi. Karena sifatnya yang menyerap polutan kimia dalam air, membuat batu zeolit tidak dapat digunakan selamanya. Sebab selama porses penyerapan tersebut, polutan kimia akan tersimpan dalam batu zeolit dan pada waktu tertentu polutan kimia akan memenuhi batu ziloit.

Jika hal itu sudah terjadi, maka fungsi dari batu zeolit sudah tidak bisa di andalkan lagi. Umumnya batu zeolit memiliki masa pakai kurang lebih satu bulan, tergantung dari seberapa tinggi kandungan amonia dalam air. Karena jika kandungan amonia dalam aquarium sangat tinggi, maka masa pakai dari batu bisa kurang dari dua mingu saja.

Cara Menggunakan Batu Zeolit Dalam Filter

Umumnya batu zeolit dijual berdasarkan ukuranya, ada yang besar, sedang, hingga kecil. Pilihlah sesuai dengan ukuran tempat filtermu. Selanjutnya kamu tinggal meletakkan batu zeolit kedalam filter, umumnya batu ziloid di tempatkan pada proses filtrasi terakhir setelah media mekanik dan biologis.

Nantinya air akan mengalir melewati batu zeolit dan di treatmen. Sehingga semakin lama air berinteraksi dengan batu zeolit, maka semakin maksimal juga batu zeolit menyerap amonia. Untuk itu sangat di anjurkan untuk mengatur agar batu zeolit selalu terendap air dalam tangki filter.

Baca Juga : Fungsi dan Cara Kerja Filter Canister

Perlukah Menggunakan Batu Zeolit Dalam Aquarium ?

Menurut para senior dalam dunia air sendiri, penggunaan zeolit dalam aquarium merupakan suatu hal yang optional. Karena dengan menggunakan media filter mekanik dan biologis yang baik serta rutin melakukan penggantian air, sudah lebih dari cukup untuk mengontrol kandungan amonia dalam aquarium. Meskipun begitu penggunaan batu zeolit sangat menolong saat terjadi lonjakan amonia dalam aquarium.

Namun jika kamu memutuskan untuk menggunakan batu zeolit dalam filtrasi aquarium, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. Seperti jangan gunakan batu ziloit pada saat aquarium baru digunakan/ diisi air baru, hal tersebut di lakukan untuk membiarkan proses biologis berkembang secara alami.

Selain itu, hindari menggunakan garam ikan dalam aquarium, karena hal itu dapat membuat batu mudah terkikis dan akhirnya mambuat aquarium menjadi keruh. Karena batu zeolit memiliki masa pakai, kamu dapat melakukan penggantian jika masa pakai telah habis. Atau kamu juga dapat membuang amonia atau polutan kimia yang ada di dalam batu.

Caranya adalah dengan melakukan perendaman batu zeolit menggunakan garam selama 24 jam. Selanjutnya kamu tinggal menjemur batu pada sinar matahari hingga mengering. Selain itu kamu juga dapat melakukan perebusan batu hingga air perebusan berubah warna, lalu jenur hingga mengering.


Refrensi :
https://www.thesprucepets.com/using-zeolite-in-aquariums-1380937

Bagikan

Tinggalkan komentar